Jalan H. AS Hanandjoeddin ada di Belung Poncokusumo

Jalan H. AS Hanandjoeddin ada di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.  Ini adalah nama jalan pertama di Indonesia yang memakai nama tokoh pejuang  melawan Belanda pada tahun 1947 tepatnya pada tanggal 31 Agustus.

H. AS Hanandjoeddin adalah putra kelahiran Tanjung Tikar, Sungai Samak, Badau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Tokoh yang satu ini sangat populer di Belitung karena namanya diabadikan sebagai nama Bandar udara di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Haji Abdullah Sani Hanandjoeddin lahir 5 Agustus 1910 di Tanjungtikar, Belitung. Ia tokoh militer angkatan udara.

Jabatan militer terakhir H. AS. Hanandjoeddin adalah Komandan Kompi Pasgat di Lanud Palembang, setelah pensiun dari TNI AU, Hanandjoeddin menjabat sebagai Bupati Belitung periode 1967-1972. Sebagai Bupati Belitung, AS. Hanandjoeddin dikenang masyarakat Belitung banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Beliau pernah bertugas ke Malang. Bagaimana sebenarnya kisah perjuangan beliau di Malang.H.A.S. Hanandjoeddin akhirnya pindah ke Malang dan bekerja pada Ozawa Butai (Satuan Permukaan Darat Jepang) setelah pihak Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Di Ozawa Butai, H.A.S. Hanandjoeddin diangkat sebagai Hancho (pimpinan kelompok pekerjaan). Pada masa itu, Pangkalan Udara Bugis menjadi pusat penerbangan Angkatan Darat Jepang di wilayah Jawa Timur

Nama Jalan H. AS Hanandjoeddin di Belung Poncokusumo

 

Nama Jalan H. AS Hanandjoeddin tersebut dipasang tepatnya di jalan raya menuju Dusun Buntaran Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Ide awal penggunaan nama tokoh pejuang ini untuk nama jalan desa tersebut terlontar dari Imam Sayuti selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa Belung (BPD) beserta Perangkat Desa  yang di respon positif oleh team gabungan pengusul pahlawan nasional terdiri dari Mayor Tek Nurhariri, Haril M Andersen dan Kopda Pas Rudy Aprilianto bersama Sudarman selaku Kepala Desa Belung.

Tanpa menunggu lama papan nama jalan itupun dipasang bersama oleh team beserta tokoh masyarakat Desa Belung.

jalan h as hanandjuddin belung
Tampak Aparat Desa Belung dan Team Gabungan pengusul pahlawan nasional di jalan H AS Hanandjuddin Belung

Keluarga besar H. AS Hanandjoeddin salut dan terima kasih  kepada semua pihak di Belung atas penghormatan papan nama jalan dilokasi ini. Diantaranya Kepala Desa Belung  Sudarman, Ketua serta anggota BPD, perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Belung serta aparatur Kecamatan Poncokusumo yang bersepakat mengabadikan nama pejuang dari Belitung ini untuk daerahnya.

Perlu diketahui saat terjadi peperangan itu pasukan Hanandjoeddin didominasi oleh satuan Pasukan Pertahanan Teknik Udara AURI PPU 930 Malang. Karena persenjataan yang tidak seimbang, akhirnya empat prajurit AURI gugur pada perang ini.

Persawahan Desa Belung saat itu masih di dominasi perkebunan tebu. dimana Pasukan Gerilya Sektor II Front Malang Timur pimpinan OMU III AS Hanandjoeddin menghadang masuknya militer Belanda ke wilayah Malang Timur.

Pasukan Gerilya Sektor II Front Malang Timur pimpinan OMU III AS Hanandjoeddin

Secara simbolis nama Jalan H AS Hanandjoeddin ini di lounching di Balaidesa Belung berbarengan acara musrenbang Desa Belung Poncokusumo yang dihadiri seluruh RT RW dan muspika Kecamatan Poncokusumo serta dari Lanud ABD Saleh Malang lengkap beserta aparat pemerintah Desa Belung serta Ketua dan anggota BPD serta tokoh masyarakat.

Kedepan warga masyarakat akan akrab dengan nama jalan ini karena memang berada pada jalur utama menuju dusun Buntaran dimana lokasi terjadinya peperangan hebat dikala itu untuk mengenang nama pejuang H AS Hanandjoeddin.

Satu tanggapan untuk “Jalan H. AS Hanandjoeddin ada di Belung Poncokusumo

  • 16/01/2020 pada 01:46
    Permalink

    Sebagai masyarakat Desa Belung mendukung sepenuhnya tentang gagasan di bangunya “Monumen Perjuangan” sebagai pengingat bahwa ternyata di sini ada napak tilas jejak perjuangan beliau Bpk. H.AS HANANDJOEDIN sbg Pahlawan Nasional dan inibternyata tidak diketahui oleh masyarakat di Desa Belung khususnya bahkan masyarakat wilayah Kec. Poncokusumo. Namun setelah di gali sejarahnya lebih mendalam masih ada saksi sejarah yg masih hidup di desa kami, semoga pikiran ini dapatnya di realisasikan dan beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *