Menjadi seorang wirausaha sukses jangan drop out atau putus kuliah. Demikian dikatakan oleh pengurus pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sandiaga S Uno dalam kulih tamu ICMI di Gedung FT UB, Kamis (5/7).
“Saya adalah orang yang mendukung bahwa pendidikan itu sangat penting untuk ditempuh dan tidak harus ditinggalkan. Terutama buat para calon wirausahawan muda yang ingin sukses,”kata Sandi.
Sandi mengatakan bahwa melalui pendidikan tinggi, kita bisa belajar mengenai inovasi, teknology, dan menjalin relasi.
Menurutnya mind set atau pemikiran yang selama ini muncul bahwa untuk menjadi pengusaha sukses harus meninggalkan bangku kuliah perlu dihapus karena kampus merupakan kawah candra dimuka bagi calon entrepreneur.
Ditambahkan oleh Sandi, bahwa semua individu dari berbagai latar belakang mampu menjadi seorang pengusaha, baik dari politisi, Pegawai Negeri Sipil (PNS),ataupun aktivis.
“Yang terpenting dalam menjadi seorang wirausaha sukses, harus bisa menanamkan nilai-nilai jujur, humanisme, profesional, dan bersaing secara sehat,”katanya.
Mind set atau pemikiran kedua yang perlu diubah adalah semangat pantang menyerah dan tetap konsisten terhadap bidang usaha yang ditekuni.
“Menjadi seorang pengusaha sukses tidak ada yang instan. Kegagalan merupakan tangga menuju keberhasilan,”katanya.
Sandi menambahkan bahwa perguruaan tinggi sebagai kawah candra dimuka nantinya harus mampu menciptakan individu yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari pekerjaan.
“Mimpi saya kedepan adalah 60 persen perguruan tinggi di Indonesia mampu menciptakan lapangan kerja bukan mendidik mahasiswanya untuk mencari pekerjaan,”katanya.
Kemampuan menjadi seorang wirausaha sukses di Indonesia didukung dengan melimpahnya potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata yang tidak bisa dibandingkan dengan negara lain.
“Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam potensial, seperti di bidang batubara, minyak dan gas bumi selain itu sektor pariwisata yang dimiliki tidak kalah menarik dengan negara lain,”kata Sandi.
Sayangnya, dari potensi-potensi yang dimiliki oleh Indonesia tersebut tidak banyak dimanfaatkan bangsa Indonesia.
“Kita memiliki 70% potensi laut, namun kita masih melakukan impor ikan. Di sektor pariwisata kita hanya mampu menarik 8 juta wisatawan kalah dengan Malaysia yang mampu menarik 25 juta wisatawan,”kata Sandi menambahkan.
Banyaknya potensi yang dimiliki Indonesia merupakan kesempatan bagi para pengusaha untuk memanfaatkannya. Hal tersebut akan membangkitkan semangat wirausaha bagi generasi muda Indonesia sehingga bisa setara di tataran global sekaligus mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain.
“Semoga ketika saya kembali lagi ke Malang, saya bisa melihat merek-merek dalam negeri menjamur di pasaran,”kata Sandi berharap. (Humas UB)





