MALANG, malangkita.com – Mahasiswa Fakultas Teknology Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi pangan yang diadakan oleh ajang Institute of Food Technologists (IFT) 2012, sebuah kompetisi pangan tingkat dunia diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat pada (27/6) lalu.
Kejeliaan dalam melihat potensi lokal dan mengkombinasikan keilmuan serta teknologi membuat ketiga mahasiswa FTP UB tersebut mampu menciptakan produk inovasi solutif bagi masalah malnutrition atau kerawanan pangan khususnya di Kenya, Afrika.
Tiga Mahasiswa FTP UB Annisa Nur Miladiyah (THP’08), Muhammad Nur Sigit (THP’10) dan Halimatus Sa’diyah (TEP’10) telah berhasil meyakinkan juri lewat presentasi penelitiannya yang berjudul “Stiff Oorid Mango an Instan Nutrient Rich Ugalu (Fighting Malnutrition for Children in Kenya based on mango, corn flour and cowpea)”.
Stiff Oorid Mango an Instan Nutrient Rich Ugalumerupakan produk instan yang berasal dari makanan pokok khas Kenya bernama Ugali, sejenis bubur beku yang dibuat dari bahan baku komoditas pangan lokal, seperti jagung, mangga, cowpea atau kacang tunggak. Produk tersebut layak untuk dikonsumsi untuk anak-anak di Kenya karena terdiri dari Jagung sebagai sumber karbohidrat, mangga sumber vitamin A dan C serta serat yang dibutuhkan tubuh. Selain itu juga digunakan cowpea atau kacang tunggak yang banyak tersedia di Kenya sebagai sumber protein.
Prestasi yang diraih tiga mahasiswa FTP UB kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah dua tahun berturut-turut, pada tahun 2010 dan 2011 meraih juara kedua dan pertama dalam kompetisi pangan tingkat internasional bertajuk “Developing Solutions for Developing Countries”. Setelah bersaing dengan 29 proposal internasional yang dikirim delegasi dari berbagai negara di penjuru dunia, akhirnya tersaring tiga pemengan.
Tiga pemenang meliputi tim dari Universitas Brawijaya di urutan ke tiga, tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menduduki posisi juara kedua dan tim dari Program Magister Universitas Putra Malaysia sebagai pemenang pertama Dalam menyelesaikan penelitannya mereka dibimbing oleh Aji Sutrisno, PhD. sebagai pembimbing I dan Agustin Krisna Wardhani, PhD sebagai pembimbing II.
Menurut penuturan Sigit, meski pada saat itu pembimbing I tengah berada di Korea, namun tak menghambat proses pembimbingan. Pembimbingan terus berlanjut dengan menggunakan media telekomunikasi digital seperti email, Facebook, chatting dan tele net meeting menggunakan Skype. Sehingga, jarak, ruang dan waktu tak lagi menjadi hambatan.[elr/oky].





