MALANG, malangkita.com – Siapa dia gadis cantik yang menjadi finalis stand up commedy ini? Dia adalah Yulyanikasih Doaussholiha, seorang mahasiswa Fakultas Agama Islam yang tidak pernah kita bayangkan menjadi salah satu finalis stand up commedy, Yulyanikasih atau biasa disapa dengan nama gaulnya yaitu Comic Yuli ini salah satu alumni Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiah Malang (UMM) dan pada saat ini juga sedang menempuh Magister Ilmu Agama Islam di kampus UMM.
Comic Yuli menorehkan prestasi di ajang tingkat nasional sebagai finalis kompetisi Stand Up Commedy yang digelar Kompas TV di Jakarta. Dia tak menyangka bisa terjun didunia commedy, “Awalnya hanyalah sebagai penikmat stand up comedy saja dengan menghadiri event-event yang diadakan oleh komunitas stand up comedy Malang,” katanya. Teman dan keluarga pun tak menyangka kalau Comic Yuli sebagai finalis stan up commedy yang berhasil lolos 13 besar finalis setelah melewati audisi dari berbagai daerah. Dia menyisihkan sekitar 500 calon komedian.
Alih-alih penasaran ingin membuat penonton tertawa, Yuli membuat materi humor dan unjuk gigi didepan mereka. Berkat dukungan teman-temannya, darah asal Kabupaten Pasir Kalimantan Timur kini menjadi komedian yang muncul setiap hari Sabtu jam 8 malam di Kompas TV. Tapi dia harus melewati hari-hari yang berat karena harus mengeksplorasi isu-isu yang bisa dijadikan lelucon segar. Setiap Senin hingga Rabu Yuli mengikuti karantina di sebuah bilangan di Jakarta.
“Membuat materi humor monolog tidaklah mudah, namun bisa membuat orang ketawa dan lupa sejenak akan masalahnya adalah kebanggaan tersendiri buatku,” ujar gadis 24 tahun itu. Di bawah bimbingan intruktur humor, Yuli juga bisa bertemu komedian berkelas semacam Indro Warkop, Raditya Dika, Panji Pragiwo, Becky Tumewu dan Virni Ismail. “Banyak hal yang saya dapatkan selama proses karantina karena banyak pelajaran yang tidak dapat syarasakan ketika di bangku kuliah,” ujar pengagum Jim Carrey ini. Penampilan Yuli dapat disaksikan di layar Kompas TV setiap Sabtu mulai jam 8 malam. Sedangkan pada hari yang sama jam 17.30 dia nongol di sesi Diary. “Ini bukan ajang popularitas lewat sms, jadi kalau mendukung saya mohon doanya saja. Mudah-mudahan saya terus dapat menghibur,” harapnya.
Jika ingin mendukung, bisa follow di akun twitter-nya di @Yuli_queen. Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini bertekad untuk tetap memaki jilbab meski sudah banyak dikenal orang lewat layar kaca. Baginya, prinsip hidup harus terus dipegang. Apa yang dipilihnya dalam dunia humor juga merupakan pilihan yang telah dipertimbangkan matang-matang. “Hidup ini bukan hanya penuh pilihan, tapi juga penuh kejutan,” tutupnya. Ini bukan satu-satunya prestasi mahasiswa UMM di dunia broadcast dan dunia hiburan. Sebelumnya, mahasiswa UMM juga berjaya dalam kompetisi presenter Liputan 6 SCTV. David Bahtiar, mahasiswa Komunikasi, meraih runner-up audisi presenter stasiun TV swasta itu di Surabaya beberapa waktu lalu. Prestasi ini meneruskan tradisi kakak kelasnya yang juga meraih juara, yakni Dian, Vivi Ernawati dan Intan Fahdina. Di sisi lain, dalam karya film dokumenter juga tak mau kalah. Mahasiswa UMM masuk final dan memenangi berbagai ajang. Antara lain, di ajang Eagle Awards Metrotv. Sumber : (humas UMM)






