MALANG, malangkita.com – Menjamurnya makanan yang tidak sehat di pasaran, memberi inisiatif bagi dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) untuk membuat inovasi di bidang pengembangan pangan berupa snack sehat, murah, kaya vitamin serta anti oksidan. Biskuit itu diberinama Pepila, yakni terbuat dari buah pepino yang dikombinasikan dengan selai dari bunga rosella. Salah satu penemunya, Indria Purwatiningrum, STP, MSi mengatakan, nama Pepila diambil dari kata Pepino dan Rosela, berarti gabungan keduanya.
Indria mengatakan, biskuit ini mempunyai manfaat memperlancar peredaran darah dan mempertahankan daya tahan tubuh dan sebagai zat anti oksidan. Kandungan anti-oksidan yang terdapat pada bunga rosella, tidak akan mengalami banyak kerusakan karena dijadikan dalam bentuk selai, sehingga kerusakannya sedikit.
”Biskuit Pepila ini tentu sangat kaya akan kandungan zat anti oksidan sebagai radikal bebas yang bisa melawan kanker dan mengurangi penuaan. Zat antioksidan yang terdapat dalam selai bunga rosella dijamin tidak akan banyak berkurang karena tidak melalui pemanasan yang berulang,” katanya. Sementara buah Pepino mempunyai kandungan protein sebanyak 0,6 gram, dan per 100 gramnya berfungsi untuk menjaga pecernaan dan daya tahan tubuh.
”Sebenarnya pada buah Pepino itu terdapat sebuah senyawa aktif yang berfungsi untuk memperlancar ASI , namun karena dalam biskuit ini senyawa aktifnya tidak diekstraksi, maka kandungan hanya sedikit. Kalau senyawa aktifnya diekstraksi membutuhkan biaya yang mahal, sehingga akan berpengaruh terhadap harga jualnya nanti,” ujarnya.
Indria mengaku, biskuit Pepila dijual dengan harga Rp5000/packnya, dan satu pack berisi 12 keping biskuit. Keunggulan lain, ada pada bahan dasar tepung Ganyongnya yang bebas dari zat kimia. ”Adonan biskuit yang dicampur dengan tepung Ganyong yang terdapat pada biskuit Pepila sangat aman dikonsumsi karena tidak terdapat campuran zat kimia, seperti tepung terigu pada umumnya,” kata Indri.
Tepung Ganyong adalah sejenis tepung yang dibuat dari umbi yang sudah tua dan baik (tidak ada tanda-tanda kebusukan). Campuran lain dari buah Pepino adalah wortel yang kaya akan beta karoten dan bagus untuk kesehatan mata. Indri menjelaskan, pembuatan biskuit Pepila memakan waktu kurang lebih selama tiga bulan. ”Selama tiga bulan, kami terus mencoba komposisi yang cocok untuk adonan biskuit pepila. Terkadang karena harus mencampur tepung Ganyong dan buah Pepino rasanya jadi kurang pas. Jadi ya harus cari-cari referensi lagi,”kata Indri.
Cara membuatnya seperti pada umumnya adonan biskuit, yakni terdiri dari tepung, telor, margarin, gula yang dicampur dengan buah pepino yang sudah dihaluskan. Sementara untuk komposisi adonannya adalah tepung Ganyong sebanyak 100 gram dengan tambahan buah Pepino dan wortel masing-masing dengan prosentase 20 persen. Dijelaskan Indri, saat ini pemasaran biskuit Pepino hanya berdasarkan pesanan saja. Dosen yang sudah tujuh tahun mengabdi pada UB itu berharap, suatu saat ada perusahaan besar yang bisa mendukung pengembangan produknya.
”Kami mungkin akan mencoba mengembangkan usaha pembuatan biskuit Pepila ini jika memang ada pasar khusus, seperti ibu menyusui atau jika ada perusahaan besar yang menaungi,” katanya menambahkan. Ide awal dari pembuatan biskuit Pepino, karena tergugahnya oleh banyaknya bauh Pepino yang tumbuh di Batu namun pemanfaatannya kurang. ”Buah Pepino sebagai komoditi lokal sangat banyak dan tumbuh subur di kota Batu, namun sangat minim pemanfaatannnya. Sehingga saya dan mahasiswa saya pada saat melakukan tugas praktikum pengembangan produk berinisiatif untuk membuat biskuit dari buah Pepino,” kata Indri menjelaskan.
Rasanya yang renyah, segar dan manis yang ada pada biskuit Pepila ini memang layak jika menjadi salah satu referensi untuk camilan baik bagi balita maupun dewasa. ”Biskuit Pepina alami, renyah, manis, dan segar karena terbuat dari bahan-bahan alami tanpa zat kimia,” katanya memasarkan. [SUMBER : HUMAS UB]
INFO KUNCI
| Bu Indria Purwatiningrum, STP, MSi | 082141518398 | Dosen Fakultas Teknologi pertanian bidang pengembangan produk |
Artikel Terkait:
Tim Robot Bhatara FT Elektro Wakili UB di Kompetisi Nasional
Pidato ketua umum PBNU pada peringatan hari lahir pancasila
Sukses, Jambore PIK Mahasiswa BKKBN di UMM
AirAsia Maskapai Penerbangan Pertama Yang Mengoperasikan Airbus A320 ‘Sharklets’
96 Kaki Tangan Palsu Untuk Tuna Daksa di Jatim
Tiket Rp 888,-* Menyambut Ulang Tahun AirAsia Indonesia Ke-8






