Malangkita. Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Kamis (22/12) lalu, ratusan siswa-siswi Taman Kanak-Kanak berkunjung ke Museum Brawijaya di Jalan Ijen Kota Malang. Anak-anak ini berasal dari TK Dharma Wanita dan TK Bina Putra Kota Malang.
Sebenarnya kunjungan ini rencananya dilaksanakan pada Hari Pahlawan. Kebetulan Perpustakaan Kota mengadakan kegiatan di Hari Ibu, jadi untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya, kunjungan dibarengkan hari ini,” jelas Henny Sulisyondari S,Pd selaku Kepala Sekolah TK Bina Putra.
Kunjungan ke Museum Brawijaya ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sekolah untuk mengenalkan benda-benda bersejarah kepada anak-anak. Agenda ini sekaligus untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai jasa para pahlawan .
”Kalau melalui film atau terjun langsung dan mengamati, diharapkan anak-anak bisa lebih mudah memahami daripada hanya mendengar teori-teori di kelas,” imbuh Henny yang juga Wakil Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Kota Malang ini.
Ratusan Siswa TK ini berkeliling museum dipandu oleh petugas yang menjelaskan tentang koleksi benda-benda bersejarah di Museum Brawijaya. Bocah-bocah berumur lima tahunan ini terlihat antusias mengamati koleksi benda-benda di Museum .
Museum Brawijaya dibangun atas prakarsa Brigjen TNI (Purn) Soerachman Pangdam VIII/BRW Tahun 1959 – 1962. Bermotto “Citra Utha Pana Cakra” (Cahaya yang Membangkitkan Semangat), museum diresmikan tanggal 4 Mei 1968 oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo. Museum seluas 6.825 m2 ini memiliki koleksi antara lain tank yang digunakan pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, meriam Cannnon 3,5 inci diberi nama Si Buang. Barang-barang peninggalan Jenderal Sudirman juga berada di sini. Di museum ini pula terdapat gerbong maut yang dulu mengangkut 100 pejuang dari Bondowoso ke Surabaya dalam keadaan tertutup tanpa lubang angin hingga menewaskan hampir semua penumpangnya.






